Senin, 27 Juni 2016

SHARING BERSAMA MBAH SURO DHEMIT MENGENAI KEAHLIAN DAN POTENSI UNTUK MENGURANGI PENGANGGURAN

Assalamu'allaikum Wr. Wb
Hai teman, pa kabar, semoga selalu di beri  kesehatan ya!
Untuk kali ini saya ingin mengajak kalian semua untuk mencoba memahami dengan sepenuh hati apa itu Manajemen Proyek, Apa pentingnya pendidikan bagi anak Tapi bagaimana tanggapan orang-orang pula mengenai keahlian anak dengan kurikulum yang berlaku di sekolah, untuk sekarang ini banyak anak pintar dalam materi namun juga banyak anak yang mengalami pengangguran dan perikut ini adalah ulasan mengenai hal berikut,


Pembicara    : Mbah Suro Dhemit
Tempat         : Blc Telkom Klaten
Waktu          : 09.00 - 16.00
Pembahasan : *Keahlian dan potensi untuk mengurangi pengangguran
                     * Manajemen projek
                     * Ketentuan dalam posting/pembuatan sebuah lporan kerja yang efektif
Di ikuti oleh : -Semua peserta prakerin sekitar berjumlah 30an lebih
                     - Anggota Blc Telkom

* Pengertian
         Arti penting pendidikan bagi anak bangsa dalam meraih sebuah kesuksesan adalah sangat di butuhkan  dan bahkan salah satu tolok ukur untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, namun tak banyak dari mereka-mereka di kalangan kita banyak yang mengalami pengangguran tak banyak juga adalah orang-orang yang berprestasi, jadi du era yang seperti ini bukanlah nilai dari sekolah yang di butuhkan dalam mencari kerja namun kedisplinan dan ketrampilanlah yang di butuhkan oleh dunia kerja/industri.
        Kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
        Manajemen keahlian atau disebut (Management skill) adalah praktik pemahaman, pengembangan dan penyebaran orang-orang dan keterampilan yang mereka miliki. Keterampilan yang bisa terimplementasikan dengan baik akan bisa mengidentifikasikan keterampilan yang dibutuhkan atas peran kerja tertentu, keterampilan riil setiap orang karyawan, dan adanya kesenjangan antara keduanya.

* Latar Belakang
            Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah dalam hal pendiddikan. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
            Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
            Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh namun dalam kenyataaan kurikulum hanya membebani siawa buka memberikan kenyamanan un tuk belajar.

* Maksud dan tujuan
        Maksud dan tujuan kami disini adalah untuk mengoptimalkan fungsi dari sharing tersebut:
Tujuan menulis latar belakang sesuai dengan pembatasan masalah di atas, maka tujuan penulisan adalah untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin hari semakin menurun.

* Pembahasan
    Dalam pembahasan kali ini saya ingin membahas mengenai peningkatan yang terjadi dalam dunia industri dalam hal pengangguran siswa yang berkelulusan smk, padahal dalam tanda kutip sekolah yang bertitle SMK adalah sekolah yang menjamin lulus langsung kerja namun pada kenyataannya tidak sedikit diatara lulusan SMk yang pengangguran hal tersebut di sebabkan oleh beberapa hal, beberapa hal tersebut yang saya ketahui dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan  kelulusan SMK banyak mengalami pengangguran:
  • Dikarena di Agustus umumnya siswa SMK baru saja lulus. 
  • Selama 3 bulan pertama setelah kelulusan, para lulusan SMK baru dalam proses mencari kerja.
  • Kurangnya skill dan keberanian siswa untuk menghadapi kerasnya dunia kerja yang dalam kenyataanan adalah dunia yang pahit.
  • Kualitas penduduk yang semakin baik sehingga menurunkan semangat para pemuda untuk bekerja.
  • Rasa minder yang berlebihan jika kita bekerja tidak sesuai dengan bidang keahlian yang di pelajarinya.
Nah hal tersebut adalah penyebab-penyebab yang saya ketahui mengenai pengangguran keulusan SMK di tahun ini, dalam hal ini tidak banyak siswa yang pintar dan di terima dalam kerja idustri yang bermutu di karenakan hal tersebut. maka dari itu kita lebih baik kurang pinter namun skill dan keahlian tauapun keberanian bebarengan di dalam jiwa kita. Di jaman yang seperti ini banyak industri dan bahkan hampir semua lapangan kerja yang dicari adalah skilll keahlian dan kejujuran dan kedisplinan bukannya nilai karna menurut dunia industri sekarang nilai bukanlah syarat utama dalam memasuki dunia kerja namun kejujuran,kedisiplinan, keahlian dan skill.

Mungkin hanya itu yang dapat saya bahas dalam kesempatan kali ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penulisan saya banyak kesalahan dan sekian dari saya dan berikut ini adalah kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari pembahasan saya tersebut.

* Kesimpulan
Nilai bukanlah hal utama yang di perlukan dalam dunia kerja, banyak orang-orang yang memiliki prestasi yang luar biasa namun pada kenyataan orang -orng tersebut berakhir pengangguran di karenakan beberapa hal diatas, slah satunya kurangnya keahlian dan skill dari orang tersebut.

* Reverensi










0 komentar:

Posting Komentar